Jimmy's posts with tag: [warisan/ budaya]

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag [warisan/ budaya]
Photo AlbumAksi Nurain... (14 photos)Jan 25, '08 10:01 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Nurain dan teman-temannya dari Pertubuhan Seni Gayong Fatani Malaysia (PSGFM). Anak-anak Gayong Fatani memang hebat-hebat....

Blog EntrySeremban & Bukit TinggiDec 7, '07 2:30 AM
for everyone


 

 

 

 

 

Nyato adat diateh tumbuh

Nyato pusako Bainggiran

Sakato tubuah jo Nyawo

Limbago sipati mananti

Undang maisi kandak

Di lua sakik jo mati

Dek alun tak buliah tidak

Nan luruih baturuik juo

Tibo disako dipusakoi

Sang sako pakai mamakai

baitu adat Maha mulia

 

Penyebaran Penduduk dan perkembangan kebudayaan Minangkabau, menurut tambo yang sesuai dengan suriah landar yang dapat dilihat, bermula dari Pariangan Padang panjang yang menjadi tampuak Alam Minang Kabau. Berkembang ke Bungo satangkai dengan langgam nan tujuah, Limo kaum Duo baleh Koto sambilan Kota didalam, Lubuak nan tigo tanjuang nan tigo, Limo koto Balai tangah lalu ke sijunjung Koto Tujuah. Luak nan tigo, Ujuang luak kapalo rantau, hinggo karantau pasisir ( Tiku Pariaman, Padang salapan suku dan Bandar sapuluah ). Rantau nan tigo ka buang air ( sungai tanang-batang kampar) sungai dareh = Batang hari, Sungai karuah = Batang kuantan, serta sehiliran sungai Rokan, Tapuang ka nan tapuang kiri hingga rambah dan tambusai.

 

Pada tahun 1059 orang Minangkabau telah sampai merantau ke Tumasik ( Singapura Sekarang ) dan pada tahun itu juga telah didapat perkabaran bahwa orang Minagkabau telah ada dari tanah suci sebanyak 5 orang diantaranya 9 orang yang bertolak dari Nusantara ini. Perantauan orang Minangkabau membuka ke tanah semenanjung menurut perkiraan sepanjang bukti yang ada baik dinegeri sembilan maupun di Minangkabau, dapat diduga telah bermula pada abad ke 15 masehi melalui rantau nan tigo kubang aie tersebut, membawa kebudayaan bersawah ladang dan adat perpatih ? ketemenanggungan dan agama islam (kelaut adat Temenggung, Kedarat adat perpatih).

 

Melalui Sungai Rokan, Rambah dan tembusai Melintasi Selat Malaka Menempati bahagian Barat Semenanjung seprti Perak, Selangor dan kedah. Melalui Sungai Kuantan, Batang Hari dan Batang Kampar menempati Negeri Sembilan, bahagian Johor, Pahang dan Trenggano. Tersebut sebuah perkabaran di Minangkabau bahwa orang Baipuh seorang Pahlawan bernama Marajo ALam mengadakan perjalanan, menjadi orang besar di Air hitam ( sekarang tidak didiami lagi ) didaerah bukit tiga puluh mempunyai sebuah meriam bertulis Raja gagak dan sebuah Tambo Loyang ( masih dijajaki ).

 

Menurut catatan Tok Batin Malingkar Alam di Pasir Besar Ulu Muar Negeri Sembilan, bahwa ditinggalkan di Minangkabau 4 Suku, 4 Undang dan 4 raja. Suku Biduanda yang hingga kini menjadi suku tertua berasal dari keturunan campuran antara pendatang dari Minangkabau dengan penduduk asli (Jakun/Sakai) mengambil suku Biduanda, ternyata suku undang empat di Negeri Sembilan adalah Biduanda.

 

Dari catatan tersebut diatur suku 12 di Negeri Sembilan mengambil sempena dari 4 suku, 4 Undang dan 4 raja yang ditinggalkan di Minangkabau, yaitu :

1. Suku Biduanda

2. Suku Batu Hampar

3. Suku Tanah Datar

4. Suku Simalenggang

5. Suku Batu Belang

 

6. Suku Mungkal

7. Suku Payakumbuh

 

8. Suku Tigabatur

9.Suku tiga Ninik

10. Suku Silemak Minangkabau

11. Suku Silemak Pahang

12. Suku Anak Aceh

 

Ternyata nama-nama suku tersebut adalah nama-nama Negeri Luak nan tigo di Minang kabau. Adat yang dipakai adalah disebut apat perpatih  dan Fiil perangai serta bahasa yang dipakai banyak sekali kesamaan, seperti apa yang terdapat di Minangkabau.

Atas perantauan orang Minangkabau dari suriah landar tersebut terbukalah  Alam Negeri Sembilan dengan adat perpatihnya tak lekang dek panas tak lapuk dek hujan, biar mati anak, jangan mati adat. demikianlah ungkapan adat perpatih yang diamalkan orang di Negeri Sembilan.

Negeri Sembilan semula jadi diriwayatkan ada 9 buah negeri yang terpencar bernaung pada kerajaan Johor :

 

 1. Naning

 2. Segamat

 3. Rembau

 4. Pasir Besar Ulu Muar

 5. Johol

 6. Jelebu

 7. Ujong

 8. Kelang

 9. Jelai

 

Bila Kerajaan Johor sedang menghadapi musuh dari luar dan Negeri Sembilan yang berdiri sendiri-sendiri tersebut dikacau oleh Perampok Lanun, Johor pun melepaskan naungan nya dengan bersepakat kesembilan buah Negeri itu dan disetujui oleh kerajaaan Johor untuk menjemput seorang anak raja dari Minangkabau Pagaruyung.

Sementara itu menurut perjalanan sejarah Zaman, tiga dari 9 Negeri sembilan tersebut lepas dari ikatan Negeri Sembilan, bernaung dan langsung dikuasai oleh negeri-negeri disekelilingnya. Segamat masuk Johor, Naning masuk ke Malaka,  Kelang bersatu dengan Selangor, sedangkan Tampin di dalam Luak Rembau berdiri sendiri, walaupun masih didalam kesatuan serta adat Negeri Sembilan. Adat raja yang dijemput oleh Minangkabau adalah Raja Mahmud bergelar Raja Malewar. Sebelum berangkat melaluiUjian fisik dan batin dari daulat Pagaruyung, dengan menidurkan semalaman diatas batu kasur beralaskan daun jelatang niru bertempat dibawah beringin tiga sakti di Gudam balai Janggo dalam Koto Pagaruyungdi Bawah Bukit batu patah dengan adat upacara Diraja.

 

Raja Malewar lulus ujian, lalu dilepas oleh tuanku yang dipertuan Abdul Jalil Berdaulat Raja Alam Minangkabau waktu itu. dengan membawa sehelai rambut gombak dikepala Yam Tuan Abdul Jalil, bertolak menuju tanah semenanjung Malaka. Di istana besar Srimenanti Negeri Sembilan sampai saat ini masih tersimpan dan menjadi kebesaran kerajaan rambut sehelai sebati .

 

Raja Melawar ditabalkan di Penajis Tanah Kerajaan di dalam Luak Rembau dan kemudian bertahta di Srimenenti, dibawah bukit Gitan Seri Indera, bertarikh tahun 1773 M. Raja Hitam adalah anak Raja yang kedua dijemput ke Minang kabau dan bertahta tahun 1798-1808 M. Raja Lenggang yang ketiga masih dijemput ke Pagaruyung dan bertahta tahun 1808-1824 M. Raja keempat adalah Raja Radin anak Raja Lenggang tidak dijemput lagi ke Pagaruyung, bertahta tahun 1824-1861 M. ( Minangkabau mulai tahun 1804 menghadapi Muibah, terjadinya pembakaran dan pembunuhan dilingkungan Istana Pagaruyung ), barangkali musabab yang tidak memungkinkan lagi menjemput anak raja setelah mangkatnya Raja Lenggang ).

 

Yam tuanku Imam, anak Raja Radin bertahta tahun 1861 - 1869

T. Puanku Intan, (Pemangku) Janda raja Radin tahun 1869 - 1872

Yam Tuan Antah, Adik Y. Imam bertahta tahun 1872- 1888

Tuanku Muhammad, anak Y.T. Antah bertahta tahun 1888-1923 M

Tuanku Abd. Rahman, anak T. Muhammad bertahta tahun 1923-1960 M

Tuanku Munawir, anak T. Abdul Rahman bertahta tahun 1960-1967 M.

Tuanku Jaafar, adik T. Munawir bertahta tahun 1967 sampai sekarang.

 

Di Minangkabau :

Yang dipertuan Abdul Jalal Johan Berdaulat Sultan ALam Muningsyah I bertahta tahun 1719-1780 M. Yam Tuanku Basusu Ampek, anak Y.D Abdul Jalil Johan berdaulat bertahta tahun 1780-1798 M. Yan Tuanku Bawang Raja Alam Minangkabau, saudara Y.D Basusu Ampek bertahta tahun 1798-1803 M.

 

Yang dipertuan Hitam Raja Alam Bagagarsyah Johan Berdaulat, cucu Y.D Basusu Ampek bertahta tahun 1804-1849 M. Raja terakhir ini wafat dalam pembuangan Belanda di betawi. Dimakamkan di MAngga Dua Tanah Abang, Oleh Pemerintah Republik Indonesia Ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata tahun 1978. BAtu Nisan dan sekepal tanah pusara dibawa pulang ke Pagaruyung dan sekarang disimpan oleh ahli waris ( Tuan Gadih Dismah ).

Dengan mangkatnya yang dipertuan Alam Bagagarsyah Johan Berdaulat, tiada lagi pernah seorang raja Alam Minangkabau yang ditabalkan, Istanapun telah habis terbakar dan peralatan istana telah di angkat oleh Belanda dan dibagi-bagikan paa saat permulaan penangkapan beliau tahun 1823.

 

Alam Minangkabau tiada berdaya, namaum adat Minangkbau terus hiluak dan negeri-negeri dengan pimpinan penghulu dalam wadah Kerapatan Adat Nagar (KAN). Tahun 1947 ditumbuhkan ( pada permulaan Kemerdekaan RI) sebuah Majelis Tertinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM).

 

Tahun 1966 ditumbuhkan pula oleh Pemerintah Orde Baru RI, sebuah lembaga kerapatan Alam Minangkabau  yang menghimpun dana melestarikan, membina adat Minangkabau . LKAAM berpucuk berpucuk di Propinsi dan berakar di Negeri-negeri (KAN). Tahun 1983 Kerapatan Adat Nagari tersebut ditetapkan dan diatur dengan peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Barat.

 

Hubungan dan pertalian kebudayaan dimaksud selalu berlanjut ditandai ditandai dengan beberapa peristiwa, baik secara pesendirian maupun secara jabatan timbal balik seperti telah dimulai oleh Tan Seri Datuk Samad Bin Idris tang berasal dari Luak tanah Datar Minangkabau ( Bekas Menteri Belia dan Sukan ) Datok Rais Yatim, ( bekas Menteri besar N. S. dan sekarang Menteri Kesenian dan Kebudayaan KEKKWA ), yang berasal dari Sipisang Luak Agam.

 

Tuan Haji Muhammad bin H. Umar, kaki tangan khusus yang dipertuan Besar di Istana Besar sari Menanti yang berasal dari Buo Luak Tanah Datar. Tuanku yang dipertuan besarpun telah melawat ke Sumatera Barat tahun 1970. Begitupun sebaliknya dari pihak Minangkabu telah pernah mengadakan hubungan dan kunjungan berkunjung seperti Alm. R. Dt. Rajo Penghulu, Bapak Gubernur Harun Zain, Bapak Gubernur Azwar Anas, H. Dj. Dt. B. Lubuk Sati dan terakhir Bapak Drs. B. Burhanuddin Walikota Bukittinggi dalam rangka pembicaraan mengenai rencana perwujudan Kota Kembar Bukittingi-Seremban -Negeri Sembilan.

 

*Buat mereka yang kurang faham.

  Dipetik dari Pemerintahan Kota Bukit Tinggi.

 



Blog EntryPerpatah-PetitihSep 7, '07 4:32 AM
for everyone

 

Panjeklah batang tinggi-tinggi

besuo pucuk selaronyo

galilah akar dalam-dalam

nak besuo urek tunjang mo isinyo...

 

Rumah godang bori bepintu

nak torang jalan ko dalam

kolo dikumpa seleba kuku

jiko dikombang selebar alam...

 

Kulit mair ditimpo batin

batin ditimpo galo-galo

dalam lahir ado bebatib

dalam batin behakikat pulo...

 

Sodang beguru kepalang aja

nan bak bungo kombang tak jadi

kok hanyo dapek dek mendonga

tidak didalam dihalusi...

 

Melompek samo patah

menyerunduk samo bongkak

tetangkup samo makan tanah

telontang samo minam ombun

terondam samo basah

terapung samo hanyut...

 

*Tembo lamo Negeri Sembilan.

 

 

Panjatlah batang setinggi-tingginya
agar bertemu pucuk dan selaranya
galilah akar dalam-dalam
agar bertemu akar tunjang dan isinya

 

Rumah besar beri berpintu

nak terang jalan ke dalam

kalau dikumpal selebar kuku

jika dikembang selebar alam

 

Kulit mair ditimpa batin
batin ditimpa gala-gala
dalam lahir ada berbatin
dalam berbatin berhakikat pula

 

Kalau berguru kepalang ajar
ibarat bunga kembang tak jadi
kalau hanya sekadar dapat dari mendengar
tidak kan dapat didalam difahami

 

Melompat sama patah

menyeruduk sama bengkak

tertangkup sama makan tanah

terlentang sama minum embun

terendam sama basah

terapung sama hanyut...

 

 

 

 

 

 


LinkTERATAK ZA'BAJun 28, '07 4:51 AM
for everyone
Link: http://nsembilan.jkr.gov.my/Galleri/Teratak.html

Biodata tentang Pendeta Za'ba. Tatkala ini tapak rumah beliau telah di bangunkan menjadi muzeum yang dikenali dengan nama "Teratak Za'ba'. Silakan berkunjung untuk melihat & mengalami kehidupan kampung masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan serta melihat dengan lebih dekat sejarah tokoh yang tersohor ini. Untuk informasi anda di kampung-kampung yang berhampiran telah banyak 'Homestay' yang boleh kita sertai. Contohnya:
1. Homestay Kampung Lonek
2. Homestay Laman Bangkinang.


Blog EntryMalaysia Monarki SistemApr 25, '07 11:39 PM
for everyone


Malaysia mempunyai sistem unik di mana seorang Ketua Negara dikenali sebagai Yang di-Pertuan Agong dipilih daripada sembilan orang Raja-raja Melayu. Sistem monarki ini berbeza berbanding sistem amalan beraja di beberapa negara lain, menjadikan Malaysia sebagai sebuah negara yang unik dalam pemerintahan beraja. Pemilihan Yang di-Pertuan Agong telah dilaksanakan ketika negara mencapai kemerdekaan pada 1957, satu proses yang cukup bermakna kerana ia melambangkan keyakinan rakyat terhadap sistem pemerintahan demokrasi bermonarki.

Mengikut Perlembagaan Persekutuan, Yang di-Pertuan Agong, tidak dipilih oleh rakyat tetapi oleh sembilan Raja-raja Melayu pada persidangan Majlis Raja-raja (DURBAR) dan memegang jawatan itu untuk tempoh lima tahun. Setelah genap tempoh itu, Seri Paduka hendaklah turun dari takhta dan akan diganti dengan seorang Raja yang lain berdasarkan sistem pemilihan yang sama. Dalam sistem penggiliran ini, takhta pemerintahan adalah kekal sebaliknya Raja yang memerintah yang bersilih ganti, itulah keunikan yang terdapat dalam sistem monarki negara ini. Raja-raja Melayu yang layak memilih dan menduduki takhta pemerintahan Malaysia ialah Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan, Sultan Selangor, Raja Perlis, Sultan Terengganu, Sultan Kedah, Sultan Kelantan, Sultan Pahang, Sultan Johor dan Sultan Perak.

Walaupun begitu dalam pemerintahan di peringkat negeri, Raja-raja Melayu masih mengekalkan sistem warisan dalam menentukan pengganti masing-masing. Sejak pemilihan Yang di-Pertuan Agong pertama iaitu Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan Tuanku Abdul Rahman Tuanku Muhammad, Malaysia sudah mempunyai 13 orang Ketua Negara termasuklah Tuanku Mizan Zainal Abidin, Sultan Terengganu  diamana majlis Pertabalan (Coronation) akan diadakan pada hari ini 26 April 2007.

 

Majlis ini akan diadakan Balairong Seri Istana Negara mengikut adat-istiadat pertabalan Raja-Raja Melayu yang diwarisi dari Kesultanan Melayu Melaka dan adat-istiadat Negeri Terengganu Darul Iman. Majlis yang penuh gilang-gemilang ini akan dihadiri oleh pemimpin-pemimpin negara dan luar negara termasuk Sultan Brunei. Iyanya akan disiarkan secara langsung di RTM1 dan turut dirakamkan oleh National Geographic.

 

Daulat Tuanku.........

 


Blog EntryKejuaraan Silat Seni GayongApr 19, '07 10:22 PM
for everyone


KEJUARAAN SILAT SENI BAGI SILAT SENI GAYONG

 

TEMPAT : DEWAN SERBAGUNA PUCHONG INDAH

TARIKH : 28-29 APRIL 2007

SYARAT : UMUR 7-14 TAHUN

 

Pertubuhan Silat Seni Gayong Malaysia (PSSGM) dengan kerjasama Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) akan menganjurkan satu program kejuaraan Silat Seni terbuka bagi Silat Seni Gayong samada Pusaka Gayong, Gayong Malaysia, PASAK, Fatani dan apa jua yang dari rumpun Silat Seni Gayong.

 

Pernyertaan tersebut kepada kanak-kanak berumur 7-14 tahun sahaja dan ini adalah bagi memupukkan minat bersilat di kalangan kanak-kanak dan remaja sekali gus membuka mata para ibubapa mengenai kepentingan seni silat bagi masyarakat melayu serta fungsinya dalam mendisiplinkan masyarakat serta kesan positif yg lahir daripada latihan seni silat.

 

Pihak kami berharap dengan penyertaan ini dapat lagi mengeratkan hubungan gurulatih-gurulatih Silat Seni Gayong serta memberikan peluang kepada pelatih-pelatih cilik untuk menengahkan bakat-bakat mereka di dalam seni silat.

 

Beberapa hadiah telah dicadangkan dan agak lumayan. Malah kepada semua penyertaan akan menerima saguhati yang amat berbaloi dengan bayaran penyertaan sebanyak RM28.00 sahaja.

 

Bagi yang berminat untuk menyertai atau ingin menghantar pesilat mereka bolehlah terus menghubungi En. Shams (013-930 7961) atau emailkan kepada shamsbangi@gmail.com bagi mendapatkan borang penyertaan.

 

P/S: Bagi orang-orang lama/gurulatih-gurulatih PSSPGM, PSSGM, PASAK & Warisan yang ingin turut serta diharapkan agar membawa anak murid sekali untuk diperlihatkan bakat mereka.

 


VideoDikir Barat.Apr 18, '07 4:08 AM
for everyone
Permainan rakyat yang terkenal di negeri Kalantan Darul Naim.



dikir_barat.wmv (44.1 MB)

VideoTarian Dabus.Apr 16, '07 5:19 AM
for everyone
Dabus adalah tarian tradisional di Perak bercorak kepahlawanan. Tarian ini merupakan gabungan tiga jenis kesenian tradisi iaitu nyanyian, tarian dan pertunjukan menggunakan senjata tajam yang dipanggil ‘anak dabus’. Selain anak dabus, antara senjata tajam yang lain yang digunakan dalam persembahan dabus ialah keris, pisau belati, kapak, batu giling dan tali.




dabus_en.wmv (28.9 MB)

VideoBelajar Tarian Dabus.Apr 16, '07 5:03 AM
for everyone
Dabus adalah tarian tradisional di negeri Perak Darul Ridzuan bercorak kepahlawanan. Tarian ini merupakan gabungan tiga jenis kesenian tradisi iaitu nyanyian, tarian dan pertunjukan menggunakan senjata tajam yang dipanggil ‘anak dabus’. Selain anak dabus, antara senjata tajam yang lain yang digunakan dalam persembahan dabus ialah keris, pisau belati, kapak, batu giling dan tali.


belajar_tarian_dabus.wmv (21.4 MB)

VideoZapin PekajangApr 16, '07 4:49 AM
for everyone
Tarian Tradisional masyarakat melayu Johor. Tarian/Irama Zapin ini juga terkenal disekitar Riau.


zapin_pekajang.wmv (16.0 MB)

VideoTarian PiringApr 16, '07 4:47 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


tarian_piring.wmv (29.3 MB)

VideoDendang Umpan BocekApr 16, '07 4:43 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


n9_dendang_umpan_bocek.wmv (13.5 MB)

VideoGogar Bacang!Apr 16, '07 4:25 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


n9_gogar_bacang.wmv (24.9 MB)

VideoRandai 2Apr 16, '07 4:20 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


randai2.wmv (26.8 MB)

VideoRandai Apr 16, '07 4:12 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


randai1.wmv (3.3 MB)

VideoBongai.Apr 16, '07 4:10 AM
for everyone
Lagu Tradisional/Tarian masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


n9_bongai.wmv (16.3 MB)

VideoBukit Putus.Apr 16, '07 4:02 AM
for everyone
Lagu Tradisional masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan.


n9_bukit_putus.wmv (20.2 MB)

VideoTarian Endang.Apr 16, '07 3:53 AM
for everyone
Tarian tradisional masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan


n9_endang.wmv (16.5 MB)

Blog EntryBONGAI@RANTAK KUDO.Mar 1, '07 2:41 AM
for everyone

‘Bongai’ hanya bisa dipertemukan di negeri beradat, Negeri Sembilan. Dikenali juga dengan nama ‘Rantak Kudo’ adalah seni tradisional masyarakat Minangkabau Negeri Sembilan. Tarian dan muzik ini dipercayai berasal dari Pagaruyung. Dipersembahkan sewaktu selesainya musim menuai, di istana, dan majlis cukur rambut. Biasanya dipersembahkan di halaman rumah atau di ruang tamu oleh 6-8 penari yang terdiri dari lelaki dan perempuan. Untuk Video Clip nya silakan klik disini dan disini

 

*foto itu adalah 'Tarian Lilin'


Blog EntryTheater “Sabai Nan Aluih” Aug 21, '06 12:50 AM
for everyone

 

Malam minggu yang lalu saya bersama Laila telah ke Panggung Eksperimen untuk menyaksikan pementasan theater Randai yang berjudul “Sabai Nan Aluih” karya Wisran Hadi dan arahan Dr. Zainal Latiff. Randai adalah satu kesenian orang Minang di Negeri Sembilan. Turut mengiringi pementasan ini adalah muzik dari Cak Lempong, Saluang dan Gong.

 

Theater ini dipersembahkan oleh pelajar-pelajar Akademi Seni Kebangsaaan. Ini saya sertakan secara ringkas sinopsisnya”

 

Randai Sabai Nan Aluih mengisahkan mengenai Sabai, seorang gadis rupawan dan budiman yang beroleh pendidikan dalam lingkungan adat daripada ayah bondanya.

Nama jolokan Nan Aluih bermakna kecantikan paras, budi pekerti dan tertib sopan.

Rajo Babandiang pula terlalu memanjakan adiknya, Mangkutak Alam.

Raja Nan Panjang (Rajo Nan Panjang) yang telah lanjut usia dan sahabat karib kepada Rajo Babanding telah melamar Sabai Nan Aluih untuk dijadikan isteri mudanya.

Lamaran itu ditolak oleh Raja Babanding. Akibat penolakan itu, Raja Nan Panjang menjadi malu lalu mengajak Raja Babanding bertarung. Dalam pertarungan itu, Raja Babanding telah tewas.

Sabai Nan Aluih bertindak menuntut bela atas kematian bapanya itu. Pertarungan antara Sabai Nan Aluih dengan Raja Nan Panjang mengakibatkan Raja Nan Panjang tewas.

 

Keseluruhan theatre “Sabai Nan Aluih” ini bagus, cuma dua perkara yang saya sedikit kesal.

Pertama, penggunaan bahasa. Bahasa Minang yang digunakan bercampur-aduk, sebentar bahasa Minang Negeri Sembilan, sebentar bahasa Minang Sumatera Barat.

Kedua, aksi Pencak Silat. Kerana Randai berkait rapat dengan Penchak Silat, seharusnya para pemain harus menitik beratkan pergerakkan silatnya. Dalam persembahan Randai yang asli, aliran silat yang sering digunakan adalah 'Silek Minang Tuo', tetapi dalam pementasan kali ini saya liat bermacam gaya, bermacam aliran dicampurkan,  tidak karuan gituuuu....hehehe....

 

 



Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help